Sekolah Internet Indonesia

Samakan Frekuensi, Anda Akan Memahami

frekuensiApa perlunya kita memahami orang lain? pertanyaan ini tiba-tiba hinggap dalam benak saya. Bukan tanpa sebab memang, hal ini  terpikir karena ada kaitannya dengan peristiwa yang baru saja saya dengar, sebuah diskusi yang berakhir pada perdebatan. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Menurut Dale Carnegie dalam bukunya how to win friends and influence people, manusia pada dasarnya cinta pada penghargaan, pujian dan membenci segala hal yang bertentangan dengan hal tersebut. Jadi sangat wajar jika diskusi yang dilandaskan pada ego masing-masing akan mengakibatkan perdebatan.

Lalu bagaimana dengan hubungan online seperti yang terjadi pada blogger, apakah mereka juga mempunyai peluang untuk bertikai? Tentu saja, bukankah blogger juga manusia yang punya rasa dan punya hati :) Justru peluang untuk berbeda pendapat semakin luas dan bebas. Ya anda tahu sendiri bagaimana bebasnya dunia maya ini. Hanya bermodalkan anonymous, seseorang bisa memberikan pendapat seenaknya.

Bagaimana solusinya? sebenarnya cara menyelesaikan masalah ini tidak jauh berbeda baik hubungan offline maupun online, karena objeknya sama yaitu manusia. Ada satu kalimat yang sangat ampuh Untuk memahami sesama. “samakan gelombang dan frekuensi sudut pandang anda dengan dengan sahabat anda”. Silahkan anda coba mencari suatu gelombang radio, kira-kira apa yang terjadi jika gelombang yang seharusnya 102.7 malah 102.9 atau yang seharusnya AM malah FM, ga mudengkan?

Jadi untuk memahami sesama sebenarnya cukup mudah, kita tinggal merendahkan ego kita untuk memasang gelombang yang sama dengan gelombang sahabat kita. Dengan begitu diharapkan tidak ada prasangka lagi. Mari menjalin persahabatan dengan lebih indah :)

Salam Persahabatan…

Comments

  1. anawia says:

    Assalamualaikum Triagung.
    Saya cuma berpendapat Bagaimana misalkan semua manusia di dunia ini adalah laki-laki tentu hidup akan menjadi hambar. tidak ada yang ingin menggoda dan digoda.
    Begitu juga dengan perbedaan itu sendiri. Hidup ini menjadi baik karena adanya perbedaan. dan perbedaan itu akan menjadi baik bila dalam batas yang saling melengkapi bukan saling menonjolkan diri.
    untuk sebuah perdebatan memang dibutuhkan untuk mencapai suatu mufakat. kecuali perdebatan yang gagal hanya akan berakhir dengan pertikaian. :D

    salam persahabatan

  2. bagus juga pembahasannya. dan buat anawia saya setuju banget :)

  3. fadly muin says:

    untuk menyikapi perbedaan pendapat, saya biasanya mencoba melihat substansinya. dan mencoba mencari kebenaran dari pendapat orang lain. setelah itu kita bisa memberikan tanggapan kita sendiri. dengan begitu saya rasa frekwensinya bisa mulus. walau ada perbedaan pendapat, tapi bisa ternetralisir dengan rasa empati kita.. begitu kira-kira pendapatku mas agung

  4. Zaiful Anwar says:

    Belum bisa mennyamakan gelombang karena antena-nya masih pendek. :ngakak

  5. Agus Siswoyo says:

    Seringkali kesalahpahaman pemikiran terjadi karena kurangnya komunikasi efektif antar blogger. Nggak pernah chatting, nggak pernah nongol di jejaring sosial. Pada akhirnya seperti katak dalam tempurung. Yang dilihat ya itu-itu saja.

  6. yuk kita samakan gelombang kita..di im-bisnis FM… :)
    thx sharingnya mas

  7. 2R says:

    Segala macam Perbedaan, maknanya akan menjadi indah jika disikapi dengan bijak tentunya :iloveindonesia

  8. 2R says:

    wah komeng gw ditelan Aki Ismet lg

  9. Cari Duit says:

    dengan memahami orang lain kita akan mengetahui apa yang disukai olehnya

  10. Erdien says:

    Setuju Mas, memang harus ada kesadaran untuk mencari titik temu dalam sebuah perbedaan pendapat, karena perbedaan pendapat yang hanya dilandasi ego itu bisa menimbulkan masalah besar. Maka dari itu Allah dalam firman-Nya (Q.S. 40: 56) mengisyaratkan kepada hamba-Nya untuk selalu berlindung kepada-Nya dari perdebatan yang dilandasi ego tersebut :)

Speak Your Mind

*