Mungkin anda pernah mendengar perkataan seperti ini “ga ada waktu neh, pekerjaan offline saya menyita pikiran saya, jadi saya jarang blogging lagi?” Saya kira setiap blogger pernah mengalami seperti ini khususnya untuk blogger parttime, kondisi seperti ini sedang saya alami, selain pekerjaan lagi menumpuk, koneksi internet di rumah lagi off juga. Semakin lengkaplah alasan yang menjadi “pelindungnya”.
Saya membuat judul, “Mungkin hanya sebuah alasan klasik” sepertinya memang hanya sebuah alasan yang dibuat-buat, karena jika seseorang mempunyai kemauan dan komitmen yang kuat maka tantangan sebesar apapun akan tetap dihadapi. Jadi tulisan ini merupakan sebuah sindiran yang saya tujukan kepada diri saya sendiri.
Ketika seseorang sudah melanggar komitmen yang dibuatnya, walaupun alasan yang disampaikan cukup masuk akal, ketika dia akan bangkit, maka tenaga yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat. Benarkah? ya setiap orang pasti berbeda-beda, tergantung dari semangat dihatinya.
Contoh nyata, saat menulis artikel ini saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya, padahal isi tulisannya sederhana dan tidak terlalu panjang. Mungkin ini yang akan terjadi jika kemampuan yang sudah ada tidak terus menerus diasah maka akan tumpul juga, semoga tidak terjadi dengan sahabat sekalian ya :)
Tentu menjadi sebuah harapan, perjalanan ngeblog ini akan tetap berlangsung, saya kira andapun punya harapan demikian bukan? ditulisan ini saya juga meminta maaf jika ada komentar dari sahabat yang terlambat dibalas…maklum saja ya. Terimakasih




kita tahu resiko beratnya menggerakkan kendaraan diam dibandingkan kendaraan bergerak. Tapi terkadang kita tidak bisa menghindar untuk diam sejenak. Kesediaan utk menempuh resiko tsb juga menunjukkan komitmen mas Triagung untuk terus ngeblog.
@suarakelana berbisik, Semoga diam yang terjadi sebagai sarana untuk muhasabah diri…terimakasih dah menambahkan…
@suarakelana berbisik, numpang promosi blog baru mas :)
@Octa Dwinanda, Ok Mas Octa :tkp
Kalau boleh saya katakan “Itu kena penyakit ketergantungan”.
Ngeblognya tergantung mut nggaknya suasana hati. Ngeblognya tergantung kondisi pekerjaan. dll ketergantungan yang dijadikan alasan. memang sebenarnya tidak salah ko’ asalkan tidak kemudian ditinggalkan seluruhnya.. :cendol
Konsekwensi itulah yang harus tetep dijaga. :thanks2
@ismail, Hmmm berarti saya ga salah-salah amat ya Mas, karena sekarang dah mulai ngeblog lagi heheheh…thanks Mas Ismail :cendol
mungkin pertanyaan berikut bisa jadi bahan renungan
“Apakah kegiatan blogging pantas untuk dijadikan prioritas dalam hidup kita ?”
“Apakah komitmen untuk tetap blogging pantas untuk diperjuangkan ?”
Pertanyaan-pertanyaan diatas bisa dijawab tergantung kapasitas kita masing-masing dan tergantung seperti apa kita memposisikan blog kita. Tentunya ini berkaitan dengan keinginan dibalik mengapa kita membuat blog dan untuk apa.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
@online-business-story.com, Dua pertanyaan yang harus melekat dalam diri seorang blogger…Terimakasih dah nambahin ya Mas Octa :cendol
yaps Betul, mesti selalu termotivasi setiap saat mas, salam hangat n kenal ya
@ALHIJR ADWITIYA, Salam kenal juga, terimakasih kunjungannya :thanks2 :cendol
whe lha… tulisan ini kok mirip banget sama yang aku alami? Thanks mas buat sharingnya.
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, Iya Mas, saya sudah membaca tulisan Mas…Mungkin setiap blogger pernah ngalami kaya gini ya…