Marhaban ya Ramadhan, secara spontan kalimat ini serempak diucapkan seluruh umat muslim di dunia. Sebuah ungkapan kebahagiaan jiwa menyambut tamu yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Sudah bukan rahasia bahwa tamu itu bernama bulan suci Ramadhan, bulan penuh barakaoh dimana banyak sekali keutamaan-keutamaan yang begitu dahsyat, salah satunya pada bulan ini Allah menurunkan panduan hidup manusia berupa Alquran kepada Rosulullah Muhammad SAW. Sebuah solusi sampai akhir zaman, solusi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Saya percaya sahabat sudah mengetahui berbagai keutamaan Ramadhan ini, entah itu melalui buku, ceramah atau pada saat blogging. Jadi disini saya tidak bercerita tentang berbagai keutamaan itu. Tapi saya ingin berbagi pengalaman tentang sebuah kisah yang mungkin bagi sebagian orang tidak biasa.
Ketika detik-detik Ramadhan menjelang, saya mendapat amanah untuk menjadi moderator jalannya sebuah acara, bukan sebuah pesta atau pertemuan besar tetapi sebuah acara yang dihadiri oleh 5 orang, termasuk didalamnya saya dan istri, acara tersebut bernama ta’aruf.
Kalau anda pernah nonton film Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih pasti tahu seperti apa proses taaruf itu, seorang laki dan perempuan berkenalan dengan tujuan menikah, jadi kapan dong pacarannya? (“ada yang bertanya tuh“) pacaran model gini ya setelah nikah, setelah semuanya halal, pegangan tangan aja jadi ibadah apalagi yang lebih hehehe. Upps jaga pikiran ya. :)
Saya hanya bisa mengucap Alhamdulillah karena masih ada pribadi-pribadi yang menjaga sesuatu yang suci (pernikahan) dengan sesuatu yang suci pula, Subhanallah. Semoga dengan hadirnya bulan suci Ramadhan, Menyadarkan kita kembali untuk menjadi insan yang bertaqwa. Ok sekian dulu, semoga kisah cinta dua insan yang saya ceritakan tetap terjaga sampai ijab kabul terjadi dan untuk anda selamat menikmati jamuan cinta dari Allah SWT.
Kebenaran mutlak datangnya dari Allah SWT dan kesalahan, kedholiman mutlak datang dari saya sendiri, Marhaban ya Romadhon Mohon maaf lahir dan batin.




Selamat menjalankan Ibadah Puasa
Salam Sukses
@marsudiyanto, Sama-sama Mas, semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari kemarin….
Saya juga ngucapin met Menunaikan Ibadah Puasa mas, Moga di bulan Ramadhon membawa barokah
@Nugs, Amiin, makasih Mas…
semoga puasanya poll
@mh, Insya Allah Mas, Makasih…
@mh, wajib kang ! :cendol
semoga ibadah puasanya mengalirkan berkah yang membuat hati kembali bening dan bersih…
met puasa mas, mohon maaf lahir bathin
@herlina mutmainah, Amiiin Ya Allah, makasih mba doanya, Met shaum juga ya Mba…
Kita tarawih yuuuk…!
@Agus Siswoyo, Yuuuk, ditunggu di daarut tauhid gerlong ya :)
Wilujeng saum we nya Kang :)
Mugia tiasa ngahontal kamulyaan Ramadan, amin!
@Erdien, Amiin, sama-sama kang, semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari kemarin…
ikut nimbrung Mas :D
Sukses buat semua aktivitasnya!
@Cerita Suka-Suka, Monggo Mas, Makasih ya :)
setuju mas tri….. pacaran itu seharusnya setelah menikah…
sebelum menikah… pegangan tangan, berpelukan, berciuman malah bikin dosa., tapi setelah menikah.. semua itu bernilai ibadah dan berpahala….
Selamat menjalankan ibadah puasa mas…… :)
@Octa Dwinanda, Alhamdulillah ada yang setuju….Selamat menunaikan ibadah shaum juga Mas….makasih…
marhaban yaa ramadhan, selamat puasa mas
@Abdul Hakim, Makasih Mas, sama-sama ya, met shaum juga…
ya marhaban ya ramadhan semoga kita di bulan puasa menikmati kisah cerita cinta kite kepada kebesaran Allah swt
@melipat brosur, Semoga kita mendapat cinta Allah…Amiin
selamat puasa mas maaf telat ngomongnya… :cendol
@Arief Rizky Ramadhan, Makasih rief, tidak ada yang terlambat untuk sebuah kebaikkan…betul? :cendol
Selamat ramadhan mas
Saya dan istri tidak pernah pacaran. Dan nyatanya memang lebih asyik pacaran setelah menikah … we can go all the way :malu