Halo, apa kabar sahabat? semoga semangat selalu ya. Sudah lama saya tidak bercerita tentang kisah inspirasi dari seorang tokoh yang berpengaruh. Sepertinya ini adalah saat yang tepat. Penghujung bulan sambil menikmati “aroma” semangat dari tokoh kita ini. Ceritanya lumayan panjang, jadi siapkan segelas kopi hangat agar tidak ngantuk :) Selamat menikmati.
Beliau adalah seorang direktur disebuah perusahaan multinasional ternama di Indonesia. Dengan jabatannya itu ia juga dipercaya menjadi direktur di beberapa anak perusahaan. Karir maupun kedudukannya terhormat meskipun bukan pemimpin puncak. Namun nasib berbicara lain. Saat itu mlalui jalur kekuasaan ada pemegang saham baru yang mengendalikan perusahaan tersebut. Ternyata sang eksekutif tidak disukai oleh pemegang saham baru tersebut. Maka terjadilah perubahan. Dalam waktu satu hari seluruh jabatannya habis dan jadilah ia hanya karyawan biasa. Apakah dia malu atau stres?
Ternyata tidak kawan, ia sama sekali tidak merasa kejadian tersebut bagaikan kiamat telah datang. Baginya nothing to loose. Sebab tujuan ia bekerja adalah untuk beribadah. Jabatan dan posisinya selamanya ini hanya buah dari keseriusannya dalam bekerja. Lagipula gajinya tidak berkurang. Dalam benaknya justru enak, tidak banyak pikiran. Akhirnya hikmah sedikit terungkap. Waktu itu krisis ekonomi melanda negeri ini. Semua sektor terkena imbasnya tak terkecuali perusahaan tempat ia bekerja.
Mungkin karena kasihan, pemilik baru ini memberikan jabatan buatnya. Sebuah bidang yang berkaitan dengan manajemen lingkungan seperti kesehatan dan keselamatan kerja. Mungkin sebuah jabatan yang diada-adakan untuk seorang eksekutif setinggi beliau. Walau sebuah jabatan yang masih dipandang sebelah mata, tapi eksekutif ini menerimanya dengan senang hati dan menjalankan bidang ini dengan sebaik-baiknya. Kebetulan, tahun-tahun itu ada kasus pencemaran lingkungan seperti pembakaran hutan yang menyebabkan Indonesia mendapatkan kecaman dari luar. Akhirnya, sang eksekutif ini jadi orang penting yang sering keluar negeri untuk menjelaskan kasus ini kepada investor di luar.
Ternyata tindakan seseorang untuk menenggelamkan dirinya justru mengangkat ia ke puncak yang lebih tinggi. Akhirnya, karena satu dan lain hal eksekutif ini harus keluar dari perusahaan. Hal ini justru disyukurinya mengingat kondisi perusahaan yang sudah tidak kondusif lagi. Dan secara materi, tawaran pensiun dini sangat menarik. Meskipun dengan demikian jadilah ia seorang pengangguran.
Muncul sebuah keajaiban, sebuah perusahaan safety internasional di Amerika Serikat mulai mengontaknya. Sang presiden direktur sendiri datang dari negeri Paman Sam untuk “melamar” dirinya bergabung. Akhirnya kesepakatan kerja terjadi. Eksekutif ini menjadi pemimpin perusahaan tersebut untuk wilayah Asia Pasifik. Hanya saja ketika berbicara masalah imbalan, ternyata gaji sang eksekutif di perusahaan lama demikian tinggi. Sehingga perusahaan tersebut tidak membayarnya setinggi itu. Namun baginya tidak masalah. “That’s OK. No problem,”
“berapa anda bisa membayar saya?” “Yah, barangkali sekitar seperempat dari gaji anda terdahulu.” “Oke. Tidak masalah. Saya hanya perlu cost of living saja. Saya sudah punya rumah, mobil, dan anak-anak saya sudah lulus kuliah”
Rezeki dan nasib memang tidak bisa diduga. Krisis yang tengah berjalan ternyata membuat mata uang dolar yang sebelumnya hanya Rp.2500 melonjak menjadi Rp.15.000. Padahal gaji eksekutif tadi menggunakan dolar dan dibayarkan dalam bentuk rupiah.
Saya kira ini adalah buah dari sebuah niat yang tulus. Menjadikan bekerja sebagai sebuah ibadah. Tapi sejujurnya, saya ingin mendengar pendapat dari teman-teman semua. Jika ada, silahkan share di form komentar ya…Terima kasih. :)




Alhamdulillah… dapat ilmu lagi disini
@Ahmad IM-bisnis, Alhamdulillah, semoga bermanfaat mas :)
Nice Story mas Tri, begitulah nasib Manusia, Semua kembali kepada Yang Maha Kuasa. Terkadang ada orang yang beruntung disekitar kita, tapi siapa yang menyangka nasib mujurnya akan abadi. Itulah makna kehidupan hakiki
@Rafi, itulah misterinya sebuah kehidupan. Tugas kita cuma melakukan yang terbaik dari setia kesempatan yang ada…
kereen banget ceritanya kang, sangat inspiratif. Setuju banget tuh, Kerja adalah Ibadah :recsel
@Blue, jika itu yang terjadi, maka siap-siap terima buahnya mas :)
salut mas… keren banget :hotrit
@mh, Hmmm, lumayan ada kemajuan komentarnya hehehe :Yb
Bekerja untuk menghidupi keluarga memang ibadah, bahkan dalam salah satu hadis Rasulullah disebutkan bahwa nilai bekerja untuk menghidupi keluarga sama dengan jihad.
@Erdien, itulah keindahan Islam ya kang. Tidak ada amal yang sia-sia…jika dijalankan dengan penuh keikhlasan.
cerita inpiratif mas, tapi kok akhirnya kurang menggigit ya. Seharusnya ditambah : “Akhirnya sang Eksekutif hidup bahagia bersama istri dan kedua anaknya”… hehe
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
@Online Business Story, nah itu mas, saya percaya blogger Indonesia sudah pintar2 jadi bisa menyimpulkan sendiri. kaya di film2 yang akhirnya suka diserahin ke penonton…heheheh
Btw, makasih mas atas masukannya, lain kali saya tulis yang bisa menggigit :)
Kehidupan ini dinamis.ada kalanya kita diatas maupun dibawah.Kita harus bisa menerima apa yang sudah Tuhan takdirkan untuk kita.Dia pasti punya rencana atau tujuan yang baik untuk kita.